Kamis, 18 Mei 2017

Epidemiologi




DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................ 1
1.1  LATAR BELAKANG ……………………………………………………………2
1.2  PENGERTIAN SURVEI CEPAT………………………………………………...4
1.3  LANGKAH PELAKSANAAN SURVEI………………………………………....5
1.4  METODE SURVEI CEPAT……………………………………………………....7
a.       Jumlah Sampel
b.       Metode Pemilihan Sampel
c.       Cara Pengambilan Sampel
1.5  JENIS SURVEI……………………………………………………………………10
1.6  TUJUAN DAN KEGUNAAN SURVEI…………………………………………..11
1.7  PENGOLAHAN DATA…………………………………………………………...13

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................14













BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penelitian   survei   merupakan   upaya   pengumpulan   informasi   darisebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Metodeini   bertitik   tolak   pada   konsep,   hipotesis,   dan   teori   yang   sudah   mapansehingga tidak akan memunculkan teori yang baru. Penelitian survei memilikisifat   verifikasi   atau   pengecekan   terhadap   teori   yang   sudah   ada   (Mantra,2001).   Dalam   perjalanannya,   survei   biasa   digunakan   untuk   mengevaluasiberbagai   program   kesehatan   (Depkes,   1998)   maupun   menginvestigasiberbagai status kesehatan dan penyakit yang aktual di masyarakat (Frerichs& Shaheen,I  2001).Survei   yang   lebih   dikenal   dengan   survei   sampel   adalah   usahapengumpulan   informasi   dari   sebagian   populasi   yang   dianggap   mewakilipopulasi   tersebut.   Informasi   dari   masyarakat   dapat   diperoleh   denganmenggunakan kuisioner (seperti untuk mengetahui pengetahuan, sikap danperilaku)   atau   dengan   melakukan   suatu   intervensi/pengukuran   (sepertipenimbangan, pengukuran tinggi badan dll.) Informasi yang diperoleh dapatberupa   informasi   tentang   cakupan,   insidens,   prevalensi   atau   informasitentang  hubungan  antar  variabel.  Selama  ini  kegiatan  survei  dilaksanakandengan biaya tinggi, sampel besar dan prosedur yang cukup rumit. Hal inidimaklumi karena survei yang sering dilakukan adalah pada tingkat provinsibahkan Negara.  Tentunya teknik  survei seperti  ini  kurang memadai  untukdilakukan di tingkat kabupaten, karena rumit, biaya besar dan memerlukanwaktu lama untuk pengolahan/analisis data.Dinas   Kesehatan   Kabupaten   tentunya   memerlukan   informasi   yangberasal   dari   masyarakat   untuk   perencanaan   pembangunan   kesehatan   didaerahnya.   Saat   ini,   di   era   otonomi   daerah,   tentunya   Dinas   KesehatanKabupaten   diharapkan   mampu   menyusun   perencanaan   pembangunankesehatan   sendiri   yang   sesuai   dengan   keadaan   daerahnya.   Agarperencanaan   dapat   tersusun   dengan   baik,   tentunya   informasi   darimasyarakat sangat diperlukan. Informasi ini kurang didapat dari data yangbersumber   data   laporan   rutin.   Untuk   mengatasi   kekurangan   ini   tentunyadapat   dilakukan  survei.   Tetapi   tentu  perlu   dicari   satu   metode   survei   yangsederhana,   murah   dan   cepat   sehingga   informasi   yang   dibutuhkan   dapatdihasilkan secara akurat dan tepat waktu. Survei-survei besar yang sudahdilakukan selama ini, seperti Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)maupun Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) ternyata kurang mampumemenuhi   kebutuhan   informasi   bagi   perencanaan   kesehatan   di   tingkatkabupaten.  World  Health   Organization  (WHO) telah  mengembangkan  satu  tekniksurvei   yang   cepat   dan   murah   untuk   mengevaluasi   keberhasilan   programkesehatan.   Teknik   survei   ini   dikenal   sebagai   metode   survei   cepat   (RapidSurvei   Method).   Metode   ini   menerapkan   rancangan   sampel   cluster   duatahap,   dengan   pemilihan   cluster   tahap   pertama   secara   probabilityproportionate   to   size,   pemilihan   sampel   pada   tahap   kedua   yaitu   sampelrumah tangga  dilakukan  dengan   cara  random   sederhana   (simple random)atau dengan menerapkan system rumah terdekat. Survei cepat pertama kalidipakai   pada   proyek  Expanded   Programme   on   Immunization  dari   WHO,untuk mengevaluasi keberhasilan program imunisasi. Survei cepat dirancang                                                                                      1/6
 Materi Kuliah Survei Cepat-FKM UMS                        Bejo Raharjo,SKM,MKessederhana,   murah   dan   cepat   sehingga   informasi   yang   dibutuhkan   dapatdihasilkan secara akurat dan tepat waktu. Metode ini dikembangkan untukmengatasi   kelemahan   survei   konvensional.   Kegiatan   survei   konvensionalbiasanya dilaksanakan dengan biaya tinggi, sampel besar dan prosedur yangcukup   rumit.   Teknik   ini   kurang   memadai   untuk   dilakukan   pada   tingkatkabupaten/kota,   karena   memerlukan   waktu   lama   untuk   pengolahan   dananalisis data.Mengingat   keunggulan   survei   cepat   ini,   bagi   para   pengelola   danperencana program kesehatan di kabupaten/kota, metode survei cepat perludikuasai   untuk   menilai   perkembangan   kesehatan   masyarakat   di   wilayahkerjanya pada setiap periode waktu tertentu (misalnya : per tahun, tiga tahun,lima tahun). Hasil survei cepat lebih tepat dipakai sebagai bahan evaluasidan  perencanaan, karena data yang  diambil dari  fakta   yang terjadi dalammasyarakat. Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata teknik survei ini jugadapat digunakan untuk mengevaluasi program kesehatan lain. Kegiatan   evaluasi   program   kesehatan   tidak   dapat   dilakukan   hanyamengandalkan data rutin, karena beberapa alasan antara lain : (1) data rutinhanya mencatat kejadian orang yang meminta pelayanan kesehatan di pusatpelayanan kesehatan di suatu wilayah, (2) kualitas data rutin biasanya kurangbaik dikarenakan pengisian formulir kurang lengkap, salah, dan tidak tepatwaktu. Untuk mengatasi ini, perlu dicari sistem pengumpulan data lain yangnon – rutin dan dapat  menggambarkan keadaan kesehatan di masyarakatserta dapat digunakan sebagai penunjang sistem informasi yang sudah ada.Umumnya untuk pengumpulan data dari masyarakat digunakan survei. Padatingkat kabupaten/ kota, teknik survei ini dilakukan modifikasi yang dikenaldengan survei cepat

A.PENGERTIAN SURVEI CEPAT
Survai Cepat adalah salah satu metode survai yang dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang suatu masalah dalam jangka waktu yang relatif pendek , dengan biaya yang murah dan hasil yang optimal. Survai cepat ini dilakukan dengan menentukan kebijakan terhadap suatu program yang segera ingin dilaksanakan. Dari namanya sebagai suatu survai yang cepat maka kecepatan waktu yang dimaksud ini adalah hanya selama 3-4 minggu , mulai dari tahap persiapannya sampai keluarnya laporan hasil survai .

Keadaan yang menunjang untuk terlaksananya suatu survai yang cepat ini adalah :
- Kuestinernya yang singkat(15-20 pertanyaan saja)
- Respondennya kecil; sekitar 30 klaster
- Tujuannya tertentu dan terbatas
- Terbatasnya jumlah petugas yang diperlukan (limited personal), dengan kejelasan tugas masing-masing
- Biaya yang tidak perlu besar (limited cost)
- Analisisnya tidak mendalam, tidak perlu waktu lama

Metode yang dipergunakan survai cepat dalam penarikan sampelnya memakai rancangan sampel klaster dua tahap dengan pemilihan klaster pada tahap pertama secara probability proportionate to size. Kemudian pemilihan sampel tahap kedua, dengan pemilihan sampel rumah tangga yang dilakukan secara random sampling atau dengan menerapkan sistim rumah terdekat . Dengan tehnik penarikan sampel ini yang telah diuji coba di lapangan pada berbagai negara sedang berkembang maka dapat dikatakan bahwa metode ini layak diterapkan sebagai cara pengumpulan informasi yang berasal dari masyarakat (population base information) pada tingkat kabupaten.

B. LANGKAH PELAKSANAAN SURVEI

Dalam melaksanakan suatu survei cepat maka langkah-langkah yang dapat dilakukan dapat meliputi:

1. Penjabaran secara jelas dan singkat pilihan Masalah Kesehatan.
Masalah terpilih hendaknya cukup spesifik

2. Penentuan populasi penelitian dan penarikan sampel.
Penentuan ini meliputi populasi sasaran , besar sampel, metode sampel yang akan dilakukan.

3. Mengembangkan Cara Pengumpulan Data.
Untuk itu perlu dijelaskan mengenai cara pengumpulan data , alat yang dipergunakan , petugas yang melakukannya . Kontrol kualitis banyak diarahkan kepada ketepatan cara pengumpulan data ini .Uji coba (pre- test) merupakan salah satu persyaratan yang diajukan yang ditujukan untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah yang dapat timbul dilapangan dalam pelaksanaan proposal yang diajukan.

4. Pengorganisasian dan Pelaksanaan survai
Setelah survai dianggap layak dilakukan dengan uji coba maka disusunlah bagaimana organisasi dan cara pelaksanaannya sepenuhnya .
Organisasi hendaknya jelas dalam penugasan setiap crosnal (job description).

5. Analisis dan interpretasi laporan
Data yang terkumpul dalam waktu satu sampai dua hari sudah harus masuk ke dalam komputer . Akurasi data harus diperhatikan pada saat proses pemasukan data.Proses analisis data hanya dilakukan jika peneliti yakin bahwa data sudah bebas dari kesalahan. Hasil survai cepat dapat dilaporkan menurut urutan pertanyaan pada kuesioner. Tetapi cara pelaporan seperti ini kurang menarik bagi pengelola program kesehatan, sehingga lebih baik membuat laporan dengan melaporkan temuan utama terlebih dahulu. Hasil survai cepat dapat dilaporkan dalam bentuk tabel dan grafik. Namun untuk persentasi hasil , grafik lebih menarik dan informatif.

Laporan tertulis tidak perlu tebal, tetapi mencakup hasil temuan dari survai. Umumnya, laporan hasil survai cepat berisi:
a. Judul, penulis, waktu survai cepat, kata pengantar, daftar isi.
b. Abstrak yang berisi temuan dan implikasinya.
c. Keterangan tentang masalah penelitian, berisikan latar belakang dan masalah yang diteliti.
d. Tujuan survai.
e. Metodologi: Berisikan tentang indikator utma yang diukur, populasi dan sampel, alat pengukuran, prosedur analisis dan jadwal.
f. Hasil berisikan deskripsi singkat tentang temuan survai, dibagi atas beberapa telaah termasuk di dalamnya tabel dan grafik yang penting.
g. Diskusi berisi interpretasi hasil survai dan implikasinya terhadap program kesehatan di masa yang akan datang.
h. Kesimpulan berisi ringkasan temuan penting dari survai.
i. Saran dan rekomendasi berisi alternatif tindakan bagi perencanaan atau pengelolaan program penelitian lebih lanjut.
j. Daftar pustaka berisi daftar bacaan yang digunakan untuk menyusun laporan survai.
k. Lampiran berisi kuesioner atau instrumen yang digunakan.

6. Pengembangan kegiatan program lanjutan
Implikasi dan rekomendasi yang diberikan tidak selamanya dapat segera dilaksanakan, untuk itu perlu dibuat rencana kegiatan lanjutan sebagai tahapan yang terpisah dan merupakan bagian dari tujuan survai. Rencana tersebut tidak perlu rinci, namun harus meliputi:
a. APA bentuk kegiatan yang akan diambil harus spesifik
b. SIAPA, jelaskan siapa yang bertanggung jawab untuk setiap kegiatan
c. KAPAN waktu untuk memulai dan selesainya.
Dalam beberapa kasus penting perlu dimasukkan pertanyaan
d. DIMANA lokasi kegiatan tersebut akan dilaksanakan
e. BAGAIMANA prosedur yang akan diikuti
f. SUMBER DAYA yang ada dan yang meungkin diperlukan untuk melaksanakan kegiatan yang direncanakan

Hal-hal di atas perlu diperhatikan agar prinsip "Informasi untuk Tindakan" (information for action) dapat terlaksana, jangan sampai laporan survai tersebut hanya tersimpan di dalam lemari tanpa digunakan untuk perencanaan program kesehatan. Sehubungan dengan itu maka rencana kegiatan lanjut perlu dibicarakan dengan seksama dengan pengelola program yang bersangkutan dengan memperhatikan informasi lain yang ada di tingkat kabupaten

C.METODE SURVEY CEPAT

Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan individu atau elemen yang ingin kita ketahui karakteristiknya. Populasi dapat berupa kumpulan oragng/individu atau kumpulan barang, tetapi pada penelitian kesehatan masyarakat, populasi umumnya merupakan kumpulan individu atau orang. Sebagai contoh populasi dapat berupa semua balita yang ada di wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten atau semua ibu hamil yang ada di daerah puskesmas.

Secara ideal survai harus mencakup semua orang yang termasuk dalam populasi. Jika semua orang yang masuk dalam populasi dapat diwawancarai,maka kita dapat mengukur cakupan program kesehatan secara akurat. Tetapi melakukan wawancara terhadap semua orang yang termasuk ke dalam populasi memerlukan waktu,biaya, dan sumberdaya. Jadi kita perlu mengambil contoh beberapa orang saja yang dapat mewakili semua orang yang ada di populasi. Contoh beberapa orang saja yang kita ambil inilah yang dinamakan sampel. Orang yang kita ambil harus mewakili populasi. Agar kesadaran ini dapat tercapai, maka setiap orang yang ada di dalam populasi harus memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel.

Hasil yang kita diperoleh dari sampel tidak akan persis sama dengan apa yang ada di dalam populasi. Perbedaan antara apa yang diperoleh dari sampel dengan yang sebenarnya pada populasi disebut sampling error.Kesalahan ini selalu terjadi pada survai yang tidak mengikut sertakan seluruh populasi. Namun kesalahan ini dapat diperkecil dengan cara: memilih sampel secara tidak bias, dan memilih sampel yang cukup besar.

Jika sampel tidak mewakili populasi, kita dapat memperoleh hasil yang bias, yaitu estimasi atau cakupan yang dihasilkan berbeda dari nilai cakupan yang ada di populasi. Sebagai contoh, jika kita hanya mewawancarai ibu yang datang ke posyandu untuk mengetahui cakupan imunisasi campak, maka cakupan yang dihasilkan cenderung lebih tinggi dari cakupan yang ada dalam populasi.

Sampel berdasarkan probabilitas memungkinkan setiap orang yang ada dalam populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Agar kita dapat memilih sampel secara probabilitas, maka diperlukan kerangka sampel (sampling frame).

Kerangka sampel adalah daftar semua unit (kabupaten, kecamatan, desa, rumah tangga, orang) di mana kita akan memilih sampel. Di negara berkembang seperti Indonesia sangat sulit untuk mendapatkan daftar penduduk atau rumah tangga secara lengkap, sehingga digunakan kerangka sampel dari unit yang lebih tinggi seperti desa atau kecamatan.

a. Jumlah Sampel

Jumlah sampel yang dibutuhkan pada suatu survei tergantung dari tujuan survai tersebut. Survai dapat dilakukan untuk mengukur parameter suatu populasi seperti cakupan DPT-1, cakupan pemeriksaan antenatal, cakupan K1, dan sebagainya. Survai dapat juga dilakukan untuk melihat suatu intervensi. Untuk tujuan ini survai dilakukan sebelum dan sesudah intervensi atau pada dua daerah yang dilakukan intervensi yang berbeda. Pada tujuan yang kedua ini survai dilakukan untuk menguji suatu hipotesis apakah intervensi dapat membawa dampak pada masyarakat . Dua tujuan survai tersebut memiliki cara yang berbeda untuk menghitung besar sampel yang diperlukan.

Pada survai cepat, umumnya dilakukan untuk melihat cakupan suatu program. Ada rumus khusus yang digunakan untuk menghitung jumlah sampelyang memadai pada survai cepat, tetapi secara praktis dapat dikatakan bahwa jumlah sampel sebanyak 30 X 7 (30 klaster/desa, setiap klaster terdiri atas 7 responden) sudah mencukupi untuk melihat kasus-kasus yang sering terjadi. Jika kita hampir selalu menggunakan jumlah sampel sebanyak 210 orang.

b. Metode Pemilihan Sampel

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sampel harus mewakili populasi, semua orang dipopulasi harus memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Syarat ini dapat dipenuhi dengan memilih sampel secara acak dari daftar semua orang di dalam populasi. Cara seperti ini dikenal sebagai pemilihan sampel secara acak sederhana (simple random sampling).

Dalam prakteknya pengambilan sampel secara acak sederhana ini sulit dilakukan. Misalnya kita ingin melakukan survai untuk mengetahui cakupan pemeriksaan antenatal, maka agar kita dapat memilih sampel secara acak sederhana, kita harus memiliki daftar semua nama ibu hamil yang ada dalam populasi.

c. Cara Pengambilan Sampel

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pada survai cepat cara pengambilan sampel terdiri atas dua tahap yaitu:
- Pemilihan 30 klaster
- Pemilihan responden

Cluster Sampling adalah proses penarikan sampel secara acak pada kelompok individu dalam populasi yang terjadi secara alamiah, misalkan berdasarkan wilayah (kodya, kecamatan, desa , dan seterusnya). Cara ini sangat efisien bila populasi tersebar sangat luas sehingga tidak mungkin untuk membuat daftar untuk seluruh tersebut. Contoh: jika kita ingin meneliti kartakteristik penderita keracunan pestisida di Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia, bila diinginkan hanya sebagian dari kasus yang terdaftar di rumah sakit, dilakukan klaster sampling yaitu dengan melakukan random sampling pada setiap rumah sakit tanpa berusaha untuk menjumlahkan pasien yang terdaftar pada seluruh rumah sakit.

Pada survai komunitas sering dilakukan two stage claster sampling seperti contoh berikut: Misalnya kita ingin meneliti karies dentis pada anak sekolah di Makassar, dibutuhkan 6000 subjek yang diharapkan mewakili seluruh anak di Makassar, dari daftar sekolah di Depdikbud Makassar diambil secara random misalnya 100 sekolah. Dari keseratus sekolah tersebut masing-masing diambil sebanyak 60 orang dari tiap anak secara random sampling.

Keuntungan lain cara ini adalah bahwa pada tiap klaster biasanya subjek lebih kurang homogen. Misalnya di kelas tertentu cenderung untuk dihuni oleh penduduk pada tingkat sosial ekonomi yang tidak berbeda mencolok, meskipun tidak sama sekali homogen.


1.5 Jenis survei, antara lain:

1. Jenis survei secara umum, ada 2 yaitu:
a. Survei yang lengkap, yaitu yang mencakup seluruh populasi atau elemen-elemen yang menjadi objek penelitian. Survei tipe ini disebut sensus.
b. Survei yang hanya menggunakan sebagian kecil dari populasi, atau hanya menggunakan sampel dari populasi. Jenis ini sering disebut sebagai sample survey method.
2. Jenis survei secara ilmu penelitian, yaitu:
a. Penelitian Exploratif (Penjajagan): Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik?
b. Penelitian Deskriptif : Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti menegmbangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis;
c. Penelitian Evaluasi : mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi disini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan);
d. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan) : menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis;
e. Penelitian Prediksi : Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
f. Penelitian Pengembangan Sosial : Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal : Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;

1.6 Tujuan dan Kegunaan Survei, antara lain:
Tujuan dari survey adalah memaparkan data dari objek penelitian, dan menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Kebenaran informasi itu tergantung kepada metode yang digunakan dalam survei.
Kegunaan dari survei antara lain: (1) Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
(2) Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb;
(3) Melakukan evaluasi serta perbandinagn terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
(4) Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel; dan
(5) Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
Prosedur Penelitian
1.Pemilihan kluster Survei ini menggunakan software CSURVEY untuk membantu dalam pemilihan kluster. Peneliti mencari data kluster dimana dalam penelitian ini adalah desa, yang meliputi jumlah desa diseluruh kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali dan jumlah penduduk tiap desa. Data nama desa danjumlah penduduk dimasukkan dalam software C-Survey, kemudian dilakukan pemilihan jumlah kluster untuk tiap-tiap desa. Dalam penelitian ini jumlah kluster ditentukan sebanyak 30 kluster, sedangkan jumlah desa yang ada di wilayah Kecamatan Ngemplak sebanyak 12 desa. Menggunakan aplikasi CSURVEY dapat memudahkan dalam pemilihan secara acak dengan menganut prinsip probability proportionate to size, maka terpilih jumlah kluster untuk tiap-tiap desa sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

 1. Jumlah Sampel Tiap Kluster Survei Efektifitas Penanggulangan DBD Dengan PSN Di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali NO DESA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KLUSTER JUMLAH SAMPEL TIAP KLUSTER TOTAL SAMPEL 1 Sawahan 8.612 7 2 Donohudan 6.520 7 3 Dibal 5.959 7 4 Manggung 6.171 7 5 Sindon 5.062 7 6 Ngesrep 6.099 7 7 Kismoyoso 6.304 7 8 Giriroto 5.805 7 9 Sobokerto 5.989 7 10 Ngargorejo 3.531 7 11 Gagaksipat 6.447 7 12 Pandeyan 7.044 7 Jumlah 73.543 30 7 210 Sumber : Profil Puskesmas Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali 2015
2.Pemilihan sampel Peneliti menuju ke tempat yang diperkirakan merupakan pusat (tengah) wilayah kampung, yaitu Balai Desa. Kemudian dilakukan pelemparan koin Rp 100,- (lama) yang terdapat gambar gunungan, arah yang ditunjuk oleh kerucut gunungan merupakan arah yang harus dilalui peneliti (Depkes RI, 1996). Tahap pertama dilakukan pemetaan dari rumah-rumah yang ada di desa, baik yang berada di kiri maupun dikanan. Lalu jika ditemukan persimpangan  jalan digunakan koin untuk menentukan arah mana yang ingin diambil untuk disurvei. Setelah pemetaan selesai, rumah-rumah yang dipetakan diberi nomor urut dari tempat awal peneliti berangkat. Pemilihan rumah pertama yang didatangi untuk penelitian dilakukan dengan bantuan tabel angka acak. Peneliti mendatangi rumah pertama yang terpilih, jika ada sampel yang memenuhi syarat maka dilakukan wawancara. Jika tidak ada sampel yang memenuhi syarat maka mendatangi rumah berikutnya. Rumah berikutnya yang didatangi adalah rumah yang terdekat dengan rumah yang telah didatangi (baik ada sampel yang memenuhi syarat atau tidak). Pengertian rumah terdekat adalah yang jarak antar pintu utamanya paling dekat. Kemudian dilakukan wawancara pendahuluan untuk perkenalan dan menanyakan apakah responden setuju untuk menjalani prosedur penelitian. Dilakukan wawancara dengan kuesioner terstruktur oleh peneliti. Jadwal Survei Jadwal survei cepat efektivitas penanggulangan DBD dengan PSN di wilayah kecamatan Ngemplak kabupaten Boyolali tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Jadwal Kegiatan Survei Cepat Efektifitas Penanggulangan DBD dengan PSN di Wilayah Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali 2016 No Kegiatan Mei Juni Juli 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1
1  Penyusunan Proposal
2        Pengumpulan Data
3. Pelaporan Hasil Survei
4.  Revisi Laporan
5. Pengumpulan Laporan

 1.7 Pengolahan Data
1.Penyuntingan Sebelum data diolah lebih lanjut dengan menggunakan bantuan perangkat komputer, dilakukan koreksi data bersamaan dengan pengambilan data dari responden setelah pengisian kuisioner. 2.Pengkodean Pengkodeaan dilakukan pada kuisioner untuk memudahkan pengumpulan dan pengelompokan data.
3.Pembersihan Dilakukan untuk menilai apakah data yang dikumpulkan sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Jika terjadi kesalahan atau kekurangan maka akan dilakukan kunjungan lapangan lagi untuk memperbaiki kesalahan atau bila terjadi kekurangan.
4.Tabulasi Data yang telah dikumpulkan kemudian ditabulasi, disusun berdasarkan variabel yang diteliti menurut kelompok variabel. Tabulasi disusun berupa tabel distribusi dan tabulasi silang.
5.Penyajian data Data disajikan dalam bentuk grafik (batang, garis), cross table dan distribusi frekuensi. 6.Rancangan analisis data Analisa yang dilakukan adalah analisa deskriptif analitik yaitu dengan menyajikan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Variabel-variabel tersebut disajikan dalam bentuk tabel untuk mengetahui proporsi pada masing-masing responden yang diteliti. Analisa data dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan software Epi Info versi 3.58.



















http://blogkesmas.blogspot.co.id/2010/11/rapid-survey-survey-cepat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @Hello_KittyAR