Senin, 03 Maret 2014

karya ilmah "Pemanfaatan media tanam kertas sebagai penggantih tanah pada tumbuhan pare"


 
”Pemanfaatan media tanam kertas sebagai penggantih tanah pada tumbuhan pare












OLEH :
AMRINA ROSADA
NENG RAHMA PUSPITA YANTI
DESVA NOVIANTI






















BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan zaman akan beriringan dengan penambahan jumlah populasi  manusia, sehingga dengan demikian akan mempersempit lahan pertanian sebagai sumber bahan pangan dunia, selain menimbulkan dampak terhadap penyempitan lahan juga menjadikan harga sayur-sayuran menjadi mahal.Oleh karena itu kita harus memanfaatkan alat yang sekira nya menunjang jumlah populasi tanaman.Alat itu ialah koran.Koran adalah salah satu media cetak yang sudah di kenal luas oleh masyarakat di dunia  sebagai media bacaan untuk mencari informasi,setelah koran tersebut tidak digunakan lagi,sebagian orang masih banyak menggunakan alternatif koran sebagai media informasi. Maka dari itu ,kebanyakan orang langsung membuang koran itu tanpa mengetahui apa manfaat koran itu.dan membuang  tanpa berfikir lagi manfaat koran tersebut. Sebaiknya mulai sekarang Anda tidak membuang kertas bekas karena benda yang dinilai sebagai sampah tersebut masih bermanfaat. Salah satunya bisa menjadi media pengganti tanah untuk bertanam khususnya tanaman hias. Menanam dengan kertas bekas juga cukup efektif bagi tanaman dalam ruang karena tidak membuat kotor.

Dari koran bekas tersebut muncul ide untuk mengubah koran yang  tidak di gunakan lagi menjadi sebuah media tanam untuk tumbuhan pare.
Tanaman Pare  berasal dari kawasan Asia, namum tidak termasuk tumbuhan asli Indonesia. Meskipun pahit, pare dikenal memiliki punya banyak manfaat untuk kesehatan. tumbuahan pare adalah tumbuhan yang mudah ditanam. selain itu juga banyak sekali khasiat yang terkandung dalam tumbuhan pare. komunitas orang dulu atau yang tinggal di pedesaan sangat menyukai tanaman pare
selain itu juga tanaman pare mudah sekali merawatnya tidak seperti cabai,tanaman pare cepat tumbuh dalam waktu seminggu. Kita bisa mendapatkan bibit pare dari biji pare yang telah dikeringkan. Menanam pare cukup mudah, yaitu dengan cara menaburkan  biji pare langsung ketanah,lalu siram biji pare itu dengan air secara teratur. Kita tidak perlu merawat pare dengan memberinya pupuk atau obat-obatan yang bisa mempercepat lajunya tumbuhan pare,karena tumbuhan pare tidak memerlukan perawatan secara khusus































BAB II
TELAAH PUSTAKA


1.2  Klasifikasi Pare
            Pare berasal dari negara atau asli tanaman indonesia dengan nama latin Momordica charantia L Ada dua jenis benih yang dapat dipakai untuk penanaman pare. Jenis pertama adalah benih/ biji yang langsung ditanam dilapang dan yang kedua adalah benih yang
telah melalui proses persemaian. Pemakaian kedua jenis ini tergantung pada musim
dimana penanaman akan dilakukan. Kalau penanaman dilakukan pada musim penghujan
lebih baik penanaman dilakukan dengan menggunakan benih/ biji langsung, karena daya
tumbuh benih dilapang pada kondisi tersebut dapat baik. Sedangkan apabila penanaman
dilakukan pada musim kemarau sebaiknya penanaman dilakukan dengan menggunakan
benih yang telah disemai terlebih dahulu, karena akan terjamin daya tumbuh benih yang
akan ditanam dilapang.
Benih sebaiknya ditanam berasal dari tanaman yang sehat, kuat dan mempunyai
tingkat produktifitas yang tinggi. Untuk itu disarankan memakai benih yang telah berlabel
yang telah direkomendasikan oleh Balai Pengendalian Mutu dan Sertifikasi Benih.
Jumlah kebutuhan benih dilapang sebaiknya ditambah 10% dari kebutuhan normal.
Misalnya kebutuhan benih untuk 1 Ha dengan jarak tanam 1 x 1 meter lebar guludan 150
cm, panjang guludan 10 meter, maka kebutuhan benih yang direkomendasikan sebanyak
9735 biji. Jadi jumlah benih yang harus disediakan sebanyak 9735 + (10% x 9735) =
10.708 biji atau 2,141 Kg. Penanaman dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama benih/ biji langsung ditanam
dan cara kedua benih disemaikan terlebih dahulu ditempat terpisah sampai benih
tersebut tumbuh beberapa helai daun, baru di pindah dilapang
Setelah lubang tanam dibuat dengan ukuran 25 x 25 x 25 cm dan telah diberikan
pupuk kandang yang telah matang, masukkan benih/ biji pare kedalam lubang tanam
tadi sedalam kurang lebih 3-4 cm, lalu tutup kembali dengan tanah.
- Pada waktu bersamaan dimasukkannya benih/ biji pare kedalam tanah, masukan pula
furadan kira-kira sejumput (temukan antara ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah) untuk
mengambil furadan tersebut.
- Pemberian furadan tersebut dimaksudkan untuk melindungi benih/ biji dari serangan
nematoda dan cacing tanah serta hewan lainnya.
- Penanaman telah disesuaikan dengan jarak tanam yang telah dibuat tadi pada saat
pengolahan tanah yaitu 75 cm x 75 cm atau 1 m x 1 m dalam guludan.
- Untuk menjamin benih/ biji tumbuh dengan baik, lakukan penyiraman disekitar
tanaman. Penyiraman selanjutnya sangat tergantung pada kondisi cuaca. Apabila
banyak terjadi curah hujan maka tanaman sebaiknya tidak perlu disiram. Apabila dalam
keadaan kurang hujan atau bahkan sama sekali kering, tanaman harus disiram dua kali
sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Ciri khas
Jenis
Pare
Import
Known-you
Green
Known you
No 2
Moon- shine
Kulit buah


Warna buah
Halus tidak berbintil,bergalur hijau
Hijau
Berbintil-bintil besar

Putih susu
Berbintil-bintil besar

Putih salju
Bentuk
Lonjong meruncing
Bulat lonjong
Bulat lonjong
Berat buah
350-650 gram
500 gram
600-700 gram
Daging buah
Daging tebal
Daging tebal
Daging tebal
Pertumbuhan
Cepat dan kuat
Cepat dan kuat
Cepat dan kuat













BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di salah satu rumah yang terdapat di kawasan ramai, dilaksanakan   pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2010
3.2  Bahan dan alat
Bahan : Koran bekas sebanyak 1 kilo. Air sebanyak  liter,biji/bibit pare, tanah hitam
Alat:     baskom, pot


1.3 Cara Kerja
·         pertama kita siapkan 1 kilo kertas koran dan selanjutnya kita siapkan air kurang lebih 3 liter. masukan air dan koran bekas tersebut ke baskom. dan campurkan bersamaan. setelah itu aduk dan remas-remaskan koran yg telah di campur air tersebut hingga hancur seperti bubur.
·         Setelah hancur diamkan campuran kertas tersebut selama 1 malam kemudian setelah satu malam tiriskan air-air yang ada dalam bubur kertas tersebut dan masukan biji pare ke dalam media tanam tersebut dan tunggulah setelah beberapa minggu









Cara membuat melalui media tanam tanah

  • Pertama kita masukan tanah kedalam pot kemudian masukan biji pare kedalam tanah tersebut setelah itu percikan sedikit air kedalam pot yang berisi tanah tersebut dan tunggu beberapa minggu





HASIL PENELITIAN
Perkembangan tanaman setelah 1 minggu melalui media tanam kertas


 

  • Sudah berdaun
  • Tinggi  7,5cm






Perkembangan tanaman setelah 1 minggu melalui media tanam tanah


 

  • Belum berdaun
  • Tinggi 2cm




Perkembangan Tanaman setelah 2 minggu melalui media tanam kertas

  • Mempunyai daun yang banyak
  • Tinggi 12 cm
  • Media tanam kertas nya mulai mengering







Kesimpulan: Pare yang tumbuh di Koran lebih cepat tumbuh dari pada di         
   Tanah,Di lihat dari perkembangan melalui media tanam kertas dan media tanam tanah,ternyata pare lebi subur hidup di media tanam kertas dari pada di media tanam tanah


Perkembangan tanaman setelah 2 minggu melalui media tanam tanah

  • Memiliki daun yang cukup banyak
  • Tinggi 10 cm
  • Tanah tetap dalam keadaan gembur






Perkembangan Tanaman melalui bentuk foto dari media tanam kertas selama 1 minggu








 














Tanaman pare setelah 1 minggu





 





















Perkembangan Tanaman melalui bentuk foto dari media tanam tanah selama 1 minggu


 















Gambar perkembangan tanaman pare setelah 1 minggu





 


















Perkembangan tanaman melalui bentuk foto dari media tanam kertas setelah 2 minggu



 


















 
























Perkembangan tanaman melalui bentuk foto dari media tanam tanah selama 2 minggu










 






















                     
















BAB IV
PEMBAHASAN


Pengenalan dari tumbuhan pare

Pare yang mempunyai nama ilmia MOMORDICA CHARANTIA L. umumnya tidak terlalu digemari karna rasanya yang pahit. tanaman ini mengandung zat momordisin dan karantin. nama daerahnya sangat beragam, diantaranya prien (Gayo), paria (Batak, Bima, Bugis, Makasar), foria (Nias), Papare (Jakarta), pria (sunda), pare (Jawa), pepare (madura),paya (Bali), pania (Timor), dan popare (manado).
Banyak macam- macam pare yang ada di indonesia antara lain pare gaji, pare hijau, pare inport, pare belut Salah satu syarat agar tanaman pare dapat tumbuh dan berkembang sehingga
menghasilkan buah adalah tanaman pare harus sehat. Agar sehat tanaman harus
terbebas dari gangguan hama dan penyakit tanaman. Yang dimakasud dengan hama
adalah semua jenis hewan yang dapat mengganggu tanaman sehingga merugikan bagi
tanaman tersebut. Sedangkan penyakit tanaman adalah semua jenis gangguan pada
tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus dan kekurangan unsur hara dalam
Dari penelitian yang dilakukan di Jepang tahun 2003 juga diketahui bahwa biji pare merupakan anti oksidan yang cukup kuat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh yang memicu pembentukan sel kanker, mempercepat penuaan, penyumbatan arteri, stroke, dan lain-lain. Pare tergolong tanaman semak semusim yang tumbuh menjalar atau merambat. Akarnya berupa akar tunggang bewarna putih kotor. Kandungan daun pare adalah alkaloid, senyawa yang mengandung nitrogen dan senyawa-senyawa alkaloid yaitu Conium Maculatum. Diyakini sebagai senyawa alkaloid yang menjadi penyebab rasa pahit tumbuhan. Momordicin(C30H4804) adalah senyawa pahit yang terdapat dalam tumbuhan pare. Alkaloid ini mudah larut dalam pelarut nonpolar.

Selain mengandung alkaloid, daun ekstrak pare mengandung flavonoid yang dimungkinkan berfungsi sebagai antimikroba dan antivirus. Selain itu, di dalamnya terkandung triterpenoid yang berfungsi sebagai antifagus, insekstisida, atau anti pemangsa dan memengaruhi sistem saraf. Di dalam ekstrak daun pare ada senyawa minyak lemak yang terdiri atas asam oleat, asam linoleat, dan asam stearat.
Manfaat dari tumbuhan pare ini antara lain
·         Demam dan rasa pahit di mulut
·         Tersengat matahari
·         Rasa panas dan haus
·         Sakit perut
·         Disentri
·         Radang mata
·         Bisulan
·         Bisul yang membengkak dan meradang
·         Cacingan pada anak-ana



Zat Gizi
Buah pare
Daun pare
Air
91,2 gram
80 gram
Kalori
29 gram
44 gram
Protein
1,1 gram
5,6 gram
Lemak
1,1 gram
0,4 gram
Karbohidrat
0,5 gram
12 gram
Kalsium
45 mg
264 mg
Zat besi
1,4 mg
5 gram
Fosfor
Vitamin A
64 mg

18 SI
666 mg

5,1 mg
Vitamin B
0,08 mg
0,05 mg
Vitamin C
52 mg
170 mg
Folasin
-
88 mg












































BAB V

Kesimpulan

Dari penelitian yang telah kami lakukan selama dua minggu kami melihat bahwa dari media tanam kertas pare lebih cepat tumbuh dan subur sedangkan dari media tanam tanah pare tidak terjadi pertumbuhan atau perubahan pesat dikarenakan dari media tanam kertas koran mengandung banyak air dan kelembapan sehingga dapat merangsang tumbuhan pare untuk tumbuh lebih cepat, sedangkan penyebab tumbuhan pare tidak cepat tumbuh melalui media tanam tanah karena kondisi tanah yang kurang lembab.
Jadi tumbuhan pare akan lebih cepat tumbuh apabila ditanam pada kondisi yang lembab.
                                      

















DAFTAR PUSTAKA

-Plasa Forum v3.8.3, Copyright ©2000-2010, Jelsoft Enterprises Ltd. 14 November 2006, 07:10 AM (24- 07- 2010)
-www.conectique.com/tips_solution/health/.../article.php?...  (24- 07- 2010 )
-www.resep.web.id/.../obat-alternatif-untuk-penderita  (24- 07- 2010 )
-apotik-online.blogspot.com/2008/12/khasiat-buah-pare.html – (24- 07- 2010 )
-webforum.plasa.com › ... › Health ( 24- 07- 2010 )

- INSTALASI PENELITIAN DAN PENGKAJIAN
TEKNOLOGI PERTANIAN
DKI JAKARTA
1996 ( 24- 07- 2010 )



















DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama penulis Tiara dewi,lahir di kabupaten sarolangun, propinsi jambi 31 oktober 1997. Putri kedua dari bapak Ali hasan dan ibu Maspuro dari 3 bersaudara. Pendidikan SD diselesaikan di SD N 44/ V11 sukasari 1 kabupaten sarolangun Pada tahun 2008 . bersekolah di SMP N 2 sarolangun kelas VIII RSBI 1, prestasi yang pernah raih maupun SMP atau SD antara lain juara 1
lomba vokal tingkat kabupaten sarolangun (2007), juara 1 puisi tk kecamatan juara 2 pidato b.indonesia tk kabupaten (2007), juara 3 lomba sinopsis tk kecamatan (2006), juara 2 lomba nari tk kabupaten (2006), juara 2 tk kabupaten lomba sains biologi (2010),dan mengikuti organisasi pramuka. kegemaran membaca, pidato/ceramah, puisi, nari, dan bermain bulu tangkis.

Nama penulis Amrina rosada, lahir di palembang propinsi sumatra selatan 27 juli 1996. putri kedua dari bapak samsul bahri dan ibu parida dari 4 bersaudara. Pendidikan SD diselesaikan di SD N 63 Sarolangun propinsi Jambi pada tahun 2007. bersekolah di SMP N 2 sarolangun,kelas IX RSBI 1 prestasi yang perna di raih Juara 1 lomba karate tinggkat
kecamatan (2010) dan pernah mengikuti organisasi pramuka, kegemaran, Karate, membaca, Puisi, dLL






Nama  penulis tiffany, lahir di pekan baru propinsi riau 3 juli 1996 ,putri pertama dari M guntur dan ibu Fitsasriati 3 bersaudara. Pendidikan SD di selesaikan di SD N 02 sarolangun propinsi Jambi pada tahun 2007. bersekolah di SMP N 2 sarolangun, prestasi yang perna di raih yaitu juara 1 lomba lct berkelompok tk kecamatan (2004), juara 3 karate tk kecamatan (2010) dan pernah mengikuti organisasi pramuka, kegemaran membaca, karate,dll



































DAFTAR ISI                                                                    
                                                                                                                     Halaman
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................           
KATA PENGANTAR................................................................................            
DAFTAR ISI................................................................................................           
DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................           
BAB I. PENDAHULUAN..........................................................................            
            . Latar Belakang Masalah........................................................................           
            .................................................................................................................            
BAB II. TELAAH PUSTAKA...............................................................          Klasifikasi pare 

BAB III. METODE PENELITIAN ..........................................................            
 Hasil peneltian .......................................................................................
.Alat dan Bahan
Tempat dan waktu penelitian...................................................................                        
           
BAB IV. PEMBAHASAN

BAB V. KESIMPULAN











Kata pengantar


Atas berkat Rahmat allah yang maha kuasa kami sebagai siswa siswi SMP 2 sarolangun propinsi jambi melakukan suatu penelitian tentang memanfaatkan koran bekas menjadi sebuah media tanam. Kami menggunakan media tanam kertas karna banyak orang membuang limbah kertas tanpa memikirkan apa lagi manfaat selanjutnya dan kami melihat sering sekali orang membuang sampah kertas sembarangan dengan itu kami ingin mencoba untuk mendaur ulang kertas tersebut supaya dapat dimanfaatkan lagi
Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan,kami memandang perlu untuk menciptakan dan meningkatkan layanan pendidikan kepada seluruh warga negara minimal pada jenjang sekolah menengah pertama . selain itu berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkat kan mutu pendidikan juga harus di selenggarakan baik dalam kegiata pembelajaran maupun dalam bentuk kegiatan kesiswaan
Penyajian  materi dalam LPIR ini menggunakan bahasa yang sederhana serta di sesuaikan dengan tingkat pemahaman kita, gambar- gambar di sajikan agar kita dapat melihat bagaimana cara- cara  proses penelitian kami dan di lengkapi juga gambar bahan yang di perlukan
Kami harap LPIR yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua jika ada kesalahan dalam penulisan kami mohon maaf karna kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, wassalamualaikum wr;wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me @Hello_KittyAR