Rabu, 16 Desember 2015

PROGRAM JAMINAN MUTU DI RUMAH SAKIT




PROGRAM JAMINAN MUTU DI RUMAH SAKIT






 












UNIVERSITAS KADER BANGSA PALEMBANG
KELOMPOK 1 :
AMRINA ROSADA
ANGGI WIDODO
HARI ARISKY

Pengertian Program Menjamin Mutu
¢  Maltos & Keller
                “Program menjamin mutu adalah suatu upaya yang berkesinambungan, sistematis dan objektif dalam memantau dan menilai pelayanan yang diselenggarakan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan, serta menyelesaikan masalah yang ditemukan untuk memperbaiki mutu pelayanan”
Quality assurance atau menjaga mutu adalah suatu program berlanjut yang di susun secara objektif  dan sistematik memantau dan menilai mutu dan kewajaran asuhan terhadap pasien .menggunakan peluang untuk meningkatkan asuhan pasien dan memecahkan masalah masalah yang terungkap
Quality assurance (QA) dalam rumah sakit merupakan salah satu faktor penting dan fundamental khsususnya bagi manajemen RS itu sendiri dan para stakeholder, sebab dampak dari QA menentukan hidup matinya sebuah rumah sakit. Bagi Rumah Sakit, adanya QA yang baik membuat RS mampu bersaing dan tetap eksis di masyarakat. Bagi Pasien, QA dapat dijadikan sebagai faktor untuk memilih RS yang bermutu dan baik. Bagi praktisi medis, selain terikat dengan standar profesinya, dengan adanya QA para praktisi medis dituntut untuk semakin teliti, telaten, dan hati2 dalam menjaga mutu pelayanannya. Dan bagi pemerintah, adanya QA dapat menjadikan standar dalam memutuskan kebenaran suatu kasus yang terjadi di Rumah sakit.

Tujuan program menjamin mutu
¢  Tujuan Antara
                Tujuan antara yang ingin dicapai oleh program menjamin mutu ialah diketahuinya mutu pelayanan.
¢  Tujuan Akhir
                Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh program menjamin mutu ialah makin meningkatnya mutu pelayanan.

Manfaat Pelaksanaan Program Menjamin Mutu
¢  Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan.
¢  Dapat lebih meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan.
¢  Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
¢  Dapat melindungi pelaksana pelayanan kesehatan dari kemungkinan munculnya gugatan hukum.
Syarat Program Menjamin Mutu
¢  Bersifat khas
¢  Mampu melaporkan setiap penyimpangan.
¢  Fleksibel dan berorientasi pada masa depan.
¢  Mencerminkan dan sesuai dengan keadaan organisasi.
¢  Mudah dilaksanakan.
¢  Mudah dimengerti.
Komponen Mutu itu adalah :
  1. Strukur adalah : sarana fisik, perlengkpan dan peralata, organisasi dan manajemen, keuangan, sumber daya manusia dan sumber daya yang lain meliputi kewajaran, kuantitas,efisiensi
  2. Proses adalah : sarana kegiatan dokter, kegiatan perawat, kegiatan administrasi pasien, meliputi : relevansi, efektivitas, hasil segera dan hasil jangka panjang
  3. Outcome : adalah hasil yang terjadi setelah pelaksanaan kegiatan

QUALITY ASSURANCE DI RUMAH SAKIT
Komponen yang mempengaruhi baik buruknya suatu rumah sakit dalam konsep QA, yakni:
  Aspek Klinis
                Komponen yang berhubungan dengan hal medis ( dokter, perawat, teknik medis,dll)
  Efisiensi dan efektifitas
                Pelayanan yang murah, tepat guna, tidak adda diagnosa, dan terapi yang berlebihan.
  Keselamatan pasien
                Upaya perlindungan pasien dari hal- hal yang bisa membahayakan pasien.
  Kepuasan pasien
¢  Kenyamanan
¢  Keramahan
¢  Kecepatan

Kelompok indikator keamanan pasien meliputi
1. fasilitas pemadam kebakaran
  1. Pembuangan limbah
  2. Pencegahan penularan kuman
  3. Cadangan listrik
  4. Ruang operasi yang memenuhi standar
  5. Adanya ruang pulih sadar yang memadai
  6. Adanya ICU yang memadai
2. Alat
  1. Pengikat di kereta dorong
  2. Pengikat di tempat tidur
  3. Kelengkapan oksigen
  4. Kelengkapan alat gawat darurat
3. Obat
  1. Tersedia obat untuk mengatasi syok
  2. Nama obat yang jelas
  3. Dosis obat yang jelas
4. Prosedur
  1. Prosedur menghadapi musibah
  2. Prosedur penyimpanan barang  pasien
  3. Prosedur pencegahan infeksi nosokomial
  4. Prosedur menunggu pasien
5. Petugas
  1. Adanya petugas satpam yang cukup
  2. Adanya seragam petugas
  3. Adanya nama dan identitas petugas
  4. Adanya identitas penunggu pasien
6. Kegiatan
  1. Status diisi lengkap
  2. Adanya catatan pergantian antar petugas
Ciri mutu yang baik
¢  Tersedia dan terjangkau
¢  Tersedia kebutuhan
¢  Tepat sumber daya
¢  Tepat standar profesi/ etika profesi
¢  Wajar dan aman
¢  Mutu memuaskan bagi pasien yang dilayani
Pelayanan medis yang baik adalah :
v  Yang didasari oleh praktek medis yang rasional dan didasari oleh ilmu kedokteran
v  Mengutamakan pencegahan
v  Terjadinya kerjasama antara masyarakat dengan ilmuan medis
v  Mengobati seseorang sebagai keseluruhan
v  Memelihara kerjasama antara dokter dengan pasien
v  Berkoordinasi dengan pekerja sosial
v  Mengkoordinasikan semua jenis pelayanan medis
v  Mengaplikasikan pelayanan modern dari ilmu kedokteran yang dibutuhkan masyarakat

PRINSIP- PRINSIP JAMINAN MUTU:
  1. Setiap orang di dalam organisasi harus dilibatkan dalam penentuan, pengertian dan peningkatan proses yang berkelanjutan dengan masing- masing mengontrol dan bertanggung jawab dalam setiap mutu yang dihasilkan oleh masing-masing orang.
  2. Setiap orang harus sepakat untuk memuaskan masing masing pelanggan baik pelanggan eksternal maupun pelanggan internal.
  3. Peningkatan mutu dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah yaitu dengan menggunakan data untuk pengambilan keputusan, penggunaan alat-alat statistik dan keterlibatan setiap orang yang terkait.
  4. Adanya pengertian dan penerimaan terhadap suatu perbedaan yang alami.
  5. Pembentukan teamwork. Baik itu dalam part time teamwork, full time teamwork ataupun cross functionalteam .
  6. Adanya komitmen tentang pengembangan karyawan (development of employees) melalui keterlibatan di dalam pengambilan keputusan.
  7. Partisipasi setiap orang dalam merupakan dorongan yang positif dan harus dilaksanakan.
  8. Program pendidikan dan pelatihan dianggap sebagai suatu investment atau modal dalam rangka pengembangan kemampuan dan pengetahuan pegawai untuk mencapai potensi yang mereka harapkan.
  9. Supliers dan customer diintegrasikan dalam proses peningkatan mutu.

Program Quality Assurance
Penahapan Program Quality Assurance
  1. Orientasi pada Pelanggan
            Tujuan utama dalam pelayanan kesehatan adalah   kepuasan pelanggan terhadap kesembuhan suatu penyakit.         Hanya dengan memahami proses dan pelanggan maka organisasi dapat memahami dan menghargai makna kualitas. Semua manajemen dalam jaminan mutu      diarahkan pada satu tujuan utama yaitu terciptanya kepuasan pelanggan. Apapun yang dilakukan manajemen       tidak akan ada gunanya bila akhirnya tidak menghasilkan     peningkatan kepuasan pelanggan.
  1. Continous Improvement
            Perbaikan terhadap mutu yang berkesinambungan memerlukan beberapa persyaratan yang harus             diperhatikan diantaranya adalah :
1.         Berdasarkan Visi dan Misi Rumah Sakit
2.         Mengikuti Tahap Strategi Perbaikan
  1. Scientific Approach
1.         Pendekatan ilmiah merupakan langkah sistematis bagi setiap individu maupun Tim dalam proses pemecahan masalah dan perbaikan proses.
2.         Fokus pada pendekatan ilmiah adalah pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan data. Dalam proses pengumpulan dan pemanfaatan data tersebut tidak dianjurkan untuk menggunakan ilmu statistik yang rumit.
  1. Pembentukan Tim
            Tim akan menciptakan suatu kondisi dimana para anggota akan tetap mempertahankan perubahan, mempelajari lebih banyak tentang kebutuhan dan memperoleh ketrampilan dalam kerjasama.

Program Quality Assurance
Pelaksanaan Program Quality Assurance
  1. Fase Inisiasi
      1. TrainingNeed Assessment (TNA) : Perbaikan mutu yang diberikan terburu buru sering menyebabkan pengambilan  keputusan tentang jenis pelatihan yang akan diberikan menjadi salah.
      2. Seminar Sadar Mutu
        1. Quality Awareness Workshop : Kegiatan ini penting dilaksanakan sebelum kegiatan program jaminan mutu dilakukan pada suatu tempat.
        2. Pengembangan Kepemimpinan Mutu : Kepemimpinan yang berwawasan mutu merupakan kemampuan untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia dan memiliki tanggung jawab menyeluruh terhadap usaha mencapai suatu tujuan.
        3. Menetapkan Tujuan Peningkatan Mutu : Pada langkah ini tingkat kesenjangan kinerja yang terjadi perlu dirumuskan secara tepat dan benar, sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam peningkatan mutu akan semakin jelas dan tepat.
        4. Menyusun Rencana Stratejik dan Operasional : Penyusunan rencana stratejik dan rencana operasional rumah sakit sebaiknya berdasarkan pada analisa SWOT dengan memperhitungkan faktor faktor eksternal dan internal rumah sakit tersebut.
  1. Fase Transformasi
            Pada fase ini beberapa strategi yang disarankan adalah sebagai berikut :
    1. Pemilihan proses prioritas yang akan ditingkatkan dalam bentuk proyek percontohan.
    2. Pembentukan kelompok kerja yang kompeten terhadap proses tersebut.
    3. Identifikasi anggota untuk masing masing kelompok kerja.
    4. Proses dalam kelompok kerja untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan.
    5. Pelatihan penyusunan standar dan dokumentasi mutu.
    6. Pelatihan internal audit mutu and corective action.
    7. Pelatihan manajemen stratejik.
    8. Evaluasi.
  1. Fase Integrasi
            Pada fase ini strategi yang disarankan adalah :
    1. Membentuk dan mempertahankan komitmen terhadap mutu melalui optimalisasi dan proses perbaikan yang berkesinambungan.
    2. Pelatihan pada seluruh karyawan.
    3. Penetapan indikator mutu.
    4. Pengembangan sistem surveilance dan evaluasi mutu yang tepat.
    5. Penerapan proses perbaikan mutu yang berkesinambungan pada semua unit dan lintas
    6. unit dengan membentuk kelompok kerja yang mandiri.

1 komentar:

Follow me @Hello_KittyAR